Berkenalan Dengan Kemaliq Sasak
Penulis: Baiq Shelvia Syara Pratiwi
Assalamualaikum,
hai semuanya! Ini adalah tulisan pertama saya yang dipublikasikan di blog
pribadi, yey senangnyaaa!! Pada tulisan pertama ini, saya akan membahas salah
satu budaya yang ada di tanah pertiwi tercinta kita. Duh kalau sudah berbicara
tentang budaya Indonesia, kita tidak akan bisa selesai nih dalam satu hari. Temen-temen
sudah pada tau kan gimana kayanya negeri kita ini akan budaya warisan dari para
leluhur. Apalagi Indonesia dikenal dengan negara kepulauan terbesar di Asia
Tenggara dengan jumlah 16.056 pulau, waw.. kebayang ga tuh banyaknya. Jumlah
ini telah ditentukan dalam forum United Nations Conferences on the
Standardization of Geographical Names (UNCSGN) dan United Nations Group
of Experts on Geographical Names (UNGEGN) yang berlangsung dari tanggal 7
sampai 8 Agustus 2017 di New York, Amerika Serikat. Apalagi Jumlah penduduk
Indonesia yang mencapai 271.349.889 jiwa pada tahun 2020 dari data Sensus
Penduduk. Tidak diragukan lagi nih gays kalo Indonesia itu memiliki berbagai
macam suku dan budaya.
Nah
salah satu pulau yang memiliki beragam kebudayaan ialah pulau Lombok. Pulau
Lombok terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat. Suku yang berada di pulau
Lombok dikenal dengan nama suku Sasak.
Suku Sasak sendiri merupakan suku bangsa yang sudah berumur sangat tua.
Sejak awal masyarakat suku Sasak telah memeluk agama Islam, jikapun ada orang
yang tidak beragama Islam di suku Sasak sudah dipastikan orang tersebut adalah
pendatang. Menurut tokoh-tokoh budaya Sasak, masyarakat Sasak sudah beragama
Islam sebelum Nabi Muhammad SAW lahir. Adapun kedatangan ajaran Islam yang
dibawa Nabi Muhammad merupakan penyempurnaan dari ajaran Islam sebelumnya.
Teman-teman
tau tidak julukan yang diberikan untuk pulau Lombok? Yaps, Lombok dikenal
dengan istilah Pulau Seribu Masjid, karena sebagian besar masyarakat Lombok
beragama Islam maka keberadaan masjid akan sangat mudah dijumpai pada setiap
desa di pulau Lombok. Pulau Lombok juga sudah dinobatkan sebagai destinasi
wisata halal di Indonesia dan dunia standar Global Muslim Travel Index (GMTI)
2019 oleh Lembaga Pemeringkat Mastercard-Cresent Rating, serta menempati urutan
teratas. Keren ga tuh? Keren lah masa ngga!
Lombok
memiliki banyak sekali keanekaragaman budaya yang menarik. Salah satu budaya
yang dimiliki yaitu kemaliq. Nah kemaliq ini ada beberapa macam loh
teman-teman. Salah satu kemaliq yang ada di Lombok yaitu kemaliq Ranget. Dusun
Ranget terletak di desa Sesaot kecamatan Narmada kabupaten Lombok Barat. Kemaliq di kalangan masyarakat suku Sasak
memiliki berbagai macam pengertian. Menurut kepala dusun Ranget yaitu bapak
Septori Wirawan, kemaliq dapat dikatakan sebagai tempat, istilahnya seperti
prasasti leluhur orang sasak. Di mana kemaliq tersebut dapat menjadi bukti
bahwa leluhurnya orang sasak adalah Islam. Tempat ini biasanya diberi tanda
seperti batu, pohon, mata air, masjid, dan lain sebagainya. Jika tanda tersebut
hilang, maka tempat itu tetap dikatakan kemaliq. Karena yang dikatakan kemaliq
adalah tempat, bukan tanda yang terdapat pada kemaliq tersebut.
Kemaliq
memiliki aura dan energi positif yang terpusat di tempat tersebut. Aura dan
energi positif itu dihasilkan melalui para wali Allah yang dulunya bertafakkur
dan menyebarkan aura serta energi kebaikan di tempat itu. Sehingga kita tidak
boleh memiliki niat yang buruk ketika hendak datang ke kemaliq. Salah satu
contoh kemaliq besar yang berada di Lombok adalah masjid adat Bayan. Sebagai
contoh kemaliq yang terdapat di tempat lain (selain di Lombok) tetapi dengan
nama dan istilah yang berbeda adalah Ka’bah. Kemaliq dikatan sebagai pusat
kosmos bumi. Dengan adanya kemaliq, membuktikan bahwa leluhur orang Sasak adalah
beragama Islam.
Ketika kita hendak membicarakan suatu budaya, maka kita tidak akan terlepas dari yang namanya suku. Sama istilahnya seperti kemaliq, kemaliq merupakan budaya yang hanya dapat dijumpai di suku Sasak. Di manapun budaya itu berkembang pasti akan ada akidahnya. Sama halnya seperti kemaliq, kita tidak dapat mengatakan kemaliq itu suatu perbuatan yang syirik, jika kita menganggapnya seperti itu maka sama saja kita menganggap leluhur kita juga syirik. Karena tidak ada budaya Sasak yang keluar dari ajaran agama.
Kemaliq di dusun Ranget merupakan sebuah tempat yang biasa digunakan sebagai tempat beribadah seperti berdzikir, berzanji, dan sebagainya. Karena pada hakikatnya, seluruh tempat di bumi Allah merupakan tempat beribadah, yang terpenting tempat tersebut bersih dan suci dari kotoran dan najis. Kemaliq juga dapat menyatukan masyarakat Sasak. Satu contoh kemaliq besar adalah kemaliq pengkoak. Kemaliq pengkoak merupakan peninggalan leluhurnya orang Selat. Dahulu Selat dengan Suranadi tidak pernah akur, tetapi saat ini tidak akan pernah terjadi karena mereka sering berkumpul di kemaliq pengkoak.
Dahulu kemaliq Ranget digunakan sebagai tempat berkumpulnya orang desa untuk melakukan roah. Orang-orang asli dusun Ranget akan pulang dari perantauan untuk mengikuti roah tersebut. Roah ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan. Roah ini juga digunakan sebagai ajang silaturahmi antar masyarakat desa. Di sana anak-anak muda akan dikenalkan dengan sanak saudara, sehingga mereka akan tahu satu sama lainnya. Dengan adanya roah ini diharapkan semua masyarakat Ranget mengetahui seluk beluk keluarga mereka.
Jadi teman-teman, kita sebagai anak muda sudah sepatutnya untuk menjaga dan melestarikan budaya kemaliq ini. Dengan berjalannya waktu, budaya baru akan masuk ke dalam suatu pulau yang di dalamnya terdapat budaya yang ditinggalkan oleh para leluhur suku di pulau tersebut. Jika tidak adanya penjagaan dan pelestarian maka budaya akan tergerus oleh perkembangan zaman. Jika hal tersebut terjadi, maka bukti-bukti budaya yang ditinggalkan leluhur akan perlahan menghilang. Hal tersebut dapat menyebabkan hilangnya identitas suatu suku. Jangan sampai budaya baru yang masuk dapat menghilangkan budaya yang telah lama ada. Yuk teman-teman kita mulai mengenal dan memahami budaya kita, sehingga budaya yang telah kita miliki dapat terus dilestarikan dan tidak akan hilang dengan seiiring perkembangan zaman.
Sangat menarik... Semangat menulis ya! ☺
BalasHapusTerima kasih☺
HapusKeren👍 Semangat❤
BalasHapusSiapp semangatt✨
HapusKeren😘
BalasHapusWahh thank u❤
HapusKeren banget. Lanjutkan nak😂
BalasHapusTerima kasih bun😂
HapusTulisan yang sangat menarik, mengangkat tentang kebudayaan.terus kembangkan jangan berhenti disini👍
BalasHapusWahh siappp, Terima kasihh🥰
HapusKereennn, semangat yaa buat author
BalasHapusThank u, semangat jugaa🥰
HapusAmazinggg, teruslah berkarya
BalasHapusSemangatttt✨
Hapuskerennn bangettt🤩🤩 semangatt truss
BalasHapusWahh Terima kasihhh❤
HapusAlhamdulillah, masih ada yg mengingatkan tentang kebudayaan😍
BalasHapusAlhamdulillah, masih ada yg mengingatkan tentang kebudayaan😍
BalasHapusKita tidak boleh lupa akan budaya, kalau bukan kita yang meneruskan lalu siapa lagi? Semangatt✨
HapusKeren👍👍semangat yah👌
BalasHapusSiap semangattt✨
HapusNiceee. Ini informatif. Jadi lebih terpacu untuk terus menjaga budaya yang ada
BalasHapusAyo mulai peduli pada budaya kita, kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli? Semangattt✨
HapusKeren 🤩
BalasHapusThank you🥰
HapusMasyaAllah tabarakallah allahuakbar subhanallah keren bangettttttt😍
BalasHapusMasyaAllah Terima kasihh❤
HapusMasyaAllah tabarakallah allahuakbar subhanallah keren bangettttttt😍
BalasHapusMasyaAllah keren ra semangat
BalasHapusThank u, semangat jugaa✨
HapusKeren kak ara masyaa Allah jelas😭
BalasHapusWahhh thank u Letiii🥰
HapusTerima kasihh
BalasHapus